Jumat, 23 Juni 2023

Gunung Mandalawangi : Dokumentasi Gunung di Bandung Bagian 1

 

Gunung Mandalawangi di foto dari Jl. Cijapati (Dokumen Pribadi)

Gunung Mandalawangi merupakan sebuah gunung api bertipe Stratovolcano yang sudah tidak aktif lagi. Memliki ketinggian 1640 m.dpl menjulang dengan beberapa puncak seperti puncak Gunung Masigit dan puncak Gunung Haruman.

Penulis mencoba untuk mengelilingi Gunung Mandalawangi dan melihat gunung-gunung di sekitarnya. Tampak gunung Kaledong dan Haruman di Timur, Gunung Pangradinan di barat serta rangkaian gunung Putri - Gunung Tikukur di selatan yang saling sambung menyambung sampai ke kompleks Gunung Api Guntur dan Gunung Api Kamojang.

Berikut rangkuman  informasi singkat gunung Mandalawangi 

informasi umum Gunung Mandalawangi (dokumen pribadi dari berbagai sumber)

Puncak-puncak yang dimiliki Gunung Mandalawangi :
1. Gunung Buleud (1263 m) : disebalah barat mandalawangi
2. Gunung Pasir Citiis (1005 m) : disebalah utara kaki Mandalawangi
3. Gunung Durung (1095 m) : disebelah utara kaki Mandalawangi
4. Gunung Pasir Eurih (1143 m) : disebelah timur Mandalwangi
5. Gunung Pasir Garung (1079 m) : disebelah utara kaki Mandalawangi
6. Gunung Haruman (1530 m) : salah satu puncak utama di utara
7. Gunung Masigit (1618 m) : salah satu puncak utama di selatan

Gunung Buleud

Gunung-Gunung di sekitar Gunung Mandalawangi
1. Gunung Guntur
2. Gunung Haruman
3. Gunung Kaledong
4. Gunung Kamojang
5. Gunung Kasur
6. Gunung Pangradinan
7. Gunung Pulus
8. Gunung Putri
9. Gunung Sangiang anjung
10. Gunung Selasih
11. Gunung Tikukur

Gunung Pulus (kiri) & Gunung Kasur (kanan)



Sejarah dan Topomini

Dikutip dari website Bandungbergerak.id bahwa sejarah dan topomini dari gunung Mandalawangi adalah sebagai berikut :

"Salah satu versi menyebutkan nama Mandalawangi terkait dengan cerita legenda daerah Majalaya yang ada hubungannya juga dengan daerah Rajamandala. Rajamandala yang dimaksud berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur.

Konon, dahulu ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Raja Mandala. Raja Mandala memiliki sembilan orang anak laki-laki. Yang paling besar bernama Mandalawangi, kemudian berturut-turut bernama Mandalagiri, Mandalacipta, Mandalarasa, Mandalajati, Mandalabraja, Mandalaseta, Mandaladenta, Mandalaraga, serta satu-satunya anak perempuan sebagai bungsunya (anak kesepuluh) yang diberi nama Putri Mandalasari.

Saat masih bayi, dengan terpaksa Putri Mandalasari harus dibuang ke tengah hutan agar rakyat di kerajaan yang sedang terkena wabah penyakit bisa sembuh, serta kemarau panjang segera berakhir. Di tengah hutan, Putri Mandalasari kemudian ditemukan oleh Ki Dasta. Karena ditemukan di sela-sela pepohonan, maka Ki Dasta mengangkat nama Sela Asih, atau dipanggil dengan sebutan Putri Selasih.

Kelak Putri Selasih yang sudah tumbuh dewasa dan cantik, bertemu dengan pemuda gagah, sakti, dan tampan. Mereka pun mengusulkan melangsungkan pernikahan. Tetapi, nyatanya pemuda tersebut adalah Mandalawangi, yang tak lain merupakan kakak kandungnya.

Singkatnya, mereka tidak menikah dan berubah menjadi gunung. Putri Selasih menjadi Gunung Selasih, sementara kakaknya menjadi Gunung Mandalawangi. Letak Gunung Selasih tidak terlalu jauh dari Gunung Mandalawangi, tepatnya di arah barat daya yang mengarah ke daerah Majalaya.

Versi lain dari asal-usul nama Gunung Mandalawangi muncul dari keterkaitannya dengan sebuah kerajaan yang berpusat di kawasan Nagreg, yaitu kerajaan Kéndan. Kerajaan yang diperkirakan mengalami masa kejayaan pada abad keenam mashi, atau pada masa senjakala Kerajaan Tarumanagara, merupakan cikal-bakal kelahirannya kerajaan Galuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar