Selasa, 30 Juni 2015

8 Hobi Mengoleksi Barang aneh dan unik

Apakah anda punya hobi..?,, atau malah anda tak punya hobi apapun..!!!,,apakah anda ingin mempunyai hobi untuk mengisi waktu luang,,? Atau mungkin anda membutuhkan hobi untuk meninggalkan kegiatan negatif..?,, ataukah anda malah frustasi dengan hobi hobi yang memerlukan uang banyak??? tenang sob didunia ini masih banyak hobi-hobi yang bisa kita lakukan. Dari hobi yang terbilang mahal dan membutuhkan isi dompet yang tak sedikit, juga ada hobi yang murah-meriah yang tak memerlukan uang banyak bahkan tak memerlukan uang sama sekali...!!! ya ini adalah sebagian dari hobi-hobi saya yang terbilang aneh, namun banyak orang yang menggemari hobi-hobi tersebut. Berikut saya tampilkan hobi-hobi aneh dan menarik yang bisa kita coba.

1. Mengoleksi Uang Lama/Kadaluwarsa (Numismatik)
 
Ini adalah salah satu hobi yang sangat saya gemari. Mengumpulkan dan mengoleksi uang-uang yang sudah tidaklaku lagi ataupun uang mancanegara serta koin-koin token. Istilah kerennya adalah Numismatik. Jujur saja hobi ini adalah salah satu hobi yang menguras isi dompet, dan juga dibutuhkan kesabaran yang ekstra besar, tapi jangan khawatir, bagi kita para pemula cukup dengan mengumpulkan uang-unag lama yang masih mudah didapat dan juga uang-uang yang sebentar lagi akan kadaluwarsa seperti pecahan Rp. 1000 bimetal kelapa sawit, Rp. 500 melati kuning, Rp. 100 karapansapi dll. Hobi ini bisa dijadikan juga sebagai inventasi, namun dibalik semua itu kita juga harus mau belajar bagaimana cara menjalani hobi ini. Untuk pembelajaran tersebut kita bisa dapatkan melalui artikel dari ratusan blog yang tersedia di media internet, belajar dari katalog uang kuno seperti Kuki ataupun bertanya langsung pada ahlinya. Keuntungan dari hobi ini adalah, harga setiap uang kuno dari tahun-ketahun pasti naik, walaupun kebanyakan tidak besar. Bagi anda yang ingin mempelajari banyak tentang unag kuno indonesia, anda dapat membuka situs uangkunoindonesiaraya.blogspot.com dan www.uang-kuno.com.

2. Mengoleksi Perangko (Pilatelis)


Mengoleksi Perangko atau Filateli adalah sebuah hobi dimana seseorang mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya seperti sampul hari pertama. Untuk mengoleksi sebuah perangko belum terlalu sulit karena kita masih dapat menjumpai pedagang-pedagang perangko di pasar-pasar indonesia, seperti pasar baru, Jakarta. Penjual Perangko biasanya menjualnya bersamaan dengan menjual uang kuno. Hobi ini sangat menarik untuk kita coba. Untuk harganya sendiri perangko masih banyak yang bersahabat yakni, dari harga beberapa ribu saja sampai ratusan ribu. Namun ada banyak pula perangko dengan harga fantastis yang mencapai jutaan bahkan milyaran rupiah.

3. Mengoleksi Tutup Botol

Mengoleksi Tutup botol adalah sebuah hobi yang sangat murah meriah, untuk mendapatkannya kita takperlu membeli, tapi cukup dengan memungut dijalanan. Hobi ini masih menjadi hobi aneh yang tidak banyak digemari. Namun bagi sebagian orang tutup botol yang susah payah mereka kumpulkan menjadi barang yang sangat berharga. Bila Anda orang berkantong tebal yang suka jalan-jalan ke luar negeri, tidak ada salahnya anda memungut tutup botol yang tak ada di negeri kita. Sebagai referensi pengetahuan anda tentang tutup botol dunia, saya menyarankan untuk membuka website di colnect.com. disana terdapat berbagai informasi tutup botol dari berbagai negara.

4. Mengoleksi Bungkus Rokok

Hobi aneh dan menarik selanjutnya adalah hobi mengoleksi Bungkus Rokok. Kebanyakan orang biasanya memajang bungkus rokok di jendela kamar mereka. Mungkin alasan mereka memajang bungkus rokok adalah untuk menandakan bahwa mereka telah mencoba dan merasakan isi dari jenis rokok tersebut.

5. Mengoleksi Bungkus Korek Api Kayu (Filumenis)
 
(foto:merkemas.wordpress.com)
Hobi aneh selanjutnya adalah Mengoleksi Bungkus Korek Api Kayu atay Filumenis. Hobi aneh yang satu ini terbilang hobi yang sangat unik dan menarik. Sama halnya seperti mengoleksi tutup botol, bagi mereka yang suka jalan-jalan ke luar negeri, mereka akan berusaha mencari bungkus korek api kayu yang tidak ada di negaranya. 

6. Mengoleksi Buku (Bibliophile)

Hobi aneh dan menarik berikutnya adalah hobi mengoleksi buku. Mengoleksi buku dapat berupa mengoleksi buku-buku jadul yang sudah sangat langka atau mengoleksi buku-buku untuk bacaan saja. Istilah kerennya adalah Bibliophile, namun yang lebih tepat untuk seorang bibliophile adalah mereka yang mencintai buku, gemar membaca, mengagumi dan mengoleksi buku.

7. Mengoleksi Batu Akik

Ini dia hobi yang baru-baru ini tengah menjamur di sebagian besar masyarakat indonesia. Hobi yang sedang ngetrend ini merupakan sebuah Hobi jadul yang dahulu peminatnya hanya kalangan “sepuh” saja. Namun dari hari kehari peminatnya bukan saja pada kalangan “sepuh”, namun juga pada kalangan anak muda sampai para wanita. Kebanyakan orang mengoleksi batu akik bukan saja untuk bergaya namun juga untuk inventasi. Karena harga batu akik akhir-akhir ini melambung tinggi. Diantara ratusan jenis batu akik yang paling banyak diminati adalah batu Giok, batu Bacan, batu Kalimaya, batu Edong, batu Kecubung, batu Zamrud dsb.

8. Mengoleksi Kaset Jadul

Hobi mengoleksi kaset jadul masih menjadi hobi yang dimaminati banyak orang. Semakin jadul kaset tersebut maka harganya kan semakin mahal. Di zaman modern seperti sekarang ini banyak orang yang menganggap kaset jadul itu hanya sebuah rongsokan yang tak berguna. Tidak heran banyak masyarakat yang membuang kaset jadulnya begitu saja karena mereka lebih memilih memutar musik lewat hp/smartphone ataupun kaset cd yang lebih canggih dan modern. Untuk harga kaset-kaset lawas ini hanya berkisar antara 5 sampai 100 ribu, dan untuk mencarinya belum begitu susah.







Kerajaan Caringin Kurung (400 SM-200 M) tertua di Nusantara



Kerajaan Caringinkurung adalah sebuah  Kerajaan terkuno di Nusantara. Menurut Babad Misteri Kabut Caringin Kurung tulisan Faridhal Attros Al Kidhy Asy’ari, bahwa kerajaan ini merupakan kerajaan paling tua di Pulau Jawa Bahkan di Nusantara. Kerajaan Caringin Kurung didirikan sekitar abad ke 4 SM/ sekitar 500-400 SM, dan runtuh sekitar abad ke-2 M (Berdiri sekitar 600 tahun). Kerajaan ini berpusat di Puncak Manik Gunung Handalus, yang sekarang disebut Gunung Salak, Bogor. Menurut ahli sejarawan kekuasaan kerajaan ini meliputi sebagian besar daerah Asean sekarang.
 
Sejarah Berdirinya Kerajaan Caringin Kurung

Sekitar 100.000 tahun sebelum tarikh saka, di Pulau Jawa terdapat manusia Yaksa. Manusia Yaksa terbagi atas dua golongan, yaitu golongan Yaksa yang tinggal di Jawa Barat dan golongan Yaksa yang tingga di Jawa Tengah dan Timur. Manusia Yaksa di Jawa Barat memiliki tubuh tegap dan terdapat bulu serta bintik putih disekujur tubuhnya. Sedangkan Manusia Yaksa dari Jawa Tengah dan Jawa Timur berfostur bongkok (cebol) dan berkulit hitam.
Pada sekitar 40.000 sebelum tarikh saka terjadi bencana kelaparan yang sangat panjang. Satu demi satu manusia Yaksa mati kelaparan dan tang sedikit dari mereka yang memakan sesamanya/kanibal. Manusia Yaksa pada saat itu hampir saja mengalami kepunahan karena selain bencana kelaparan, pada waktu itu juga terjadi peperangan tidak seimbang antara kaum Yaksa yang sederhana dengan kaum pendatang dari Cina dan India yang lebih canggih. Sebagian besar dari mereka di bantai dan sebagian kecil melarikan diri ke hutan-hutan dan pegunungan. Bahkan manusia Yaksa golongan Jawa Tengah dan Jawa Timur hampir saja punah, apabila mereka tidak lari ke pegunungan di Jawa Barat. Sisa-sisa dari mereka melakukan perkawinan dengan Yaksa Jawa Barat. Kejadian ini diperkuat dengan adanya peribahasa “wong sunda tinggal separo wong jowo pada belengo” yang berarti orang-orang Sunda (Yaksa Jawa Barat) tinggal separuh dan orang-orang Jawa (Yaksa Jawa Tengah dan Timur) hampir mengalami kepunahan.
Sekitar 10.000 tahun sebelum tarikh saka, keturunan dari hasil perkawinan Yaksa Jawa Barat dengan Yaksa Jawa Tengah dan Timur membentuk suatu komunitas baru di pegunungan-pegunungan Jawa Barat. Mereka tersisihkan oleh kaum pendatang dari China dan India.
Sampai pada awal abad tarikh saka/400 SM terjadi kematian misterius sejumlah kepala suku kaum pendatang karena sejak kejadian itu tidak ada pemimpin dan sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak. Maka kaum Yaksa mengambil alih kaum pendatangdan semenjak itulah dideklarasikan sebuah kerajaan di Puncak Gunung Salak bernama Kerajaan Caringin Kurung.
Raja yang pertama berkuasa di Caringin Kurung adalah Raja Caringin Kurung I. Dibawah pemerintahannya mulai terjadi asimilasi budaya dan perkawinan penduduk Yaksa dengan kaum pendatang. Kerajaan Caringin Kurung berkembang pesat karena rakyatnya makmur sejahtera dengan wilayah yang subur. Dan wilayahnya bukan saja mencakup Pulau Jawa, namun mencakup seluruh wilayah ASEAN sekarang ini.
Kerajaan yang berdiri sekitar 400 SM ini berlangsung hingga tahun 200 SM dengan diperintah oleh 13 raja. Yaitu Maharaja Caringin Kurung I-Maharaja Caringin Kurung XIII. Kerajaan ini menganut agama Animisme (mungkin pula beragama Sunda Wiwitan) dan berbahasa Karan yang nantinya bercampur dengan bahasa Sansakerta dan huruf yang di pakai adalah huruf Darung yang nantinya melebur menjadi bahasa Palawa. Kerajaan ini juga menurunkan raja-raja terkenal seperti Maharaja Purnawarman (Raja Tarumanagara ke-3) yang merupakan keturunan Raja Caringin Kurung XIII dan Maharaja Mulawarman (Raja Kutai ke-3) yang merupakan ketutunan Raja Caringin Kurung IV.
Keruntuhan Kerajaan Caringin Kurung tidak begitu jelas, yang pasti kerajaan ini runtuh pada sekitar abad ke-2 M yang pada waktu bersamaan dengan munculnya Kerajaan Salakanagara. Peninggalan mengenai Kerajaan Caringin Kurung adalah situs Cibalay atau yang lebih dikenal dengan situs Salaka Domas Tenjolaya. Kajian ini merujuk pada usia dan lokasi situs yang bersamaan.
(foto:nguriling.blogspot.in)
Bila memang kerajaan Caringin Kurung ini berdiri pada tahun 400 SM, maka kerajaan ini menjadi kerajaan paling tua di Nusantara yang menggeser kerajaan Kutai di Kalimantan (350 M), Kerajaan Salakanagara di Jawa (130 M) serta kerajaan Kandis di Sumatera (1 SM). Dan mungkin masih banyak perdebatan dan kekeliruan di kalangan para ahli. Namun kita tunggu saja perkembangan penelitian dari para ahli arkeologi dan para sejarawan. Semoga dengan adanya Babad Misteri Kabut Caringin Kurung tulisan Faridhal Attros Al Kidhy Asy’ari, dapat membuka sejarah masa lalu peradaban Sunda.